Truk Pengakut Batubara, Sebabkan Kemacetan di Tiga Titik Jalan Lintas Sumatra

oleh -1709 Dilihat
oleh

Sementara itu Kapolres OKU AKBP Arif Harsono melalui Kasat Lantas AKP Dwi Karti Astuti didampingi Kanit Turjawali Aiptu Andi Hendrianto ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya kemacetan panjang di wilayah desa gunung kuripan kecamatan Pengandonan akibat mobil truk batubara yang mengalami kerusakan. Dia menjelaskan kejadian truk batubara itu rusak sejak Jum’at malam sehingga ketiak Sabtu pagi di saat mobilitas masyarakatulai tinggi hingga terjadilah kemacetan.

“Iya benar telah terjadi kemacetan, dan hingga kini kondisi arus lalu lintas masih lumpuh. Saat ini kita telah menerjunkan 15 personel Anggota satlantas polres OKU dibantu anggota Polsek Pengandonan serta anggota Babinsa Koramil Pengandonan untuk berupaya mengurai kemacetan,” Kata Aiptu Andi dikonfirmasi melalui saluran telpon.

Baca Juga :   Pencurian Sepeda Motor Terjadi di Baturaja Timur, OKU: Pelaku Dibekuk Setelah Menyatroni Rumah Korban

Andi juga tak menampik bahwa selain di gunung kuripan kemacetan juga terjadi di perbatasan kabupaten OKU dan Kabupaten Muara Enim. Namun dirinya beserta Anggita masih memfokuskan penguraian kemacetan di wilayah Hukum Polres OKU.

“Kemacetan juga terjadi di simpang imam hingga ke simpang Meo. Namun kita masih berjibaku di wilayah hukum polres OKU. Saat ini sedikit demi sedikit kendaraan telah terurai, namun kendaraan masih dalam kondisi padat merayap,” Lanjut Andi.

Kanit Turjawali kembali menghimbau kepada masyarakat OKU atau pengguna jalan lain nya yang hendak bepergian menuju Kabupaten Muara Enim untuk sementara waktu agar mengambil jalur alternatif. Hal ini guna menghindari penambahan tumpukan kendaraan sehingga bisa memperpanjang kemacetan.

Baca Juga :   Rapat Paripurna DPRD OKU Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023

“Sebaiknya gunakan jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan. Kita belum bisa memprediksi hingga kapan kemacetan bisa terurai menjadi normal kembali sebab kendaraan truk batubara ini mengalami kerusakan patah As dan patah baut begol. Kemungkinan perbaikan bisa memakan waktu yang cukup lama,” pungkas Kanit Turjawali.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *