Masih dikatakan Teddy, dari data yang dimiliki, penemuan makanan jenis mie basah dan cendol yang mengandung zat berbahaya bukan kali pertama ditemukan. Di tahun sebelumnya kasus serupa juga di temukan di Kabupaten OKU. Kini pihaknya masih mencari tahu produsen pembuat makanan itu.
” Kalau untuk cendol ini, kita sudah mendapat informasi Dimana produsen nya, dan kebetulan di luar OKU. Namun untuk mie basah masih kita telusuri keberadaan produsen nya dan kita akan koordinasikan kepada polres OKU, ” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Buapti OKU Teddy Meilwansyah mengucapkan terima kasih kepada BPOM Propinsi Sumsel yang telah membantu menemukan adanya makanan berbahaya di kabupaten OKU. menurut Teddy dengan adanya temuan ini setidaknya akan menjadi antisipasi bagi warga untuk lebih berhati – hati dalam membeli makanan.
” Kami dari pemkab OKU tentu saja berkewajiban untuk menjaga masyarakat OKU jangan sampai mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya ini, ” Ucap PJ Bupati OKU.
Kedepan tegas Teddy, dirinya meminta kepada BPOM dan Polres OKU untuk bisa menelusuri keberadaan produsen makanan dengan zat berbahaya yang di temukan itu. Dirinya meminta untuk produsen di beri efek jera agar kejadian seperti ini tak terulang lagi.
” Kami minta kepada BPOM dan Polres OKU, tolong beri efek jera kepada para pelaku atau produsen pembuat makanan berformalin ini, kalau dibiarkan maka akan terus berulang, ” tegasnya.
Selain itu, Pj Bupati OKU juga berencana bersama BP Sumsel untuk turun ke sekolah – sekolah yang ada di OKU untuk memastikan jajanan yang dijual di Kantin sekola bebas dari zat berbahaya.
” Nanti setelah hari raya idul Fitri, kita akan turun ke sekolah untuk memastikan makanan yang di jual aman dari zat berbahaya. Ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap generasi masa depan kabupaten OKU,” pungkas PJ Bupati.(Red)





