Dalam Rangka Mendukung Program Prioritas Kapolri, Polda Sumsel Gelar Rakor Terkait Penanggulangan Teroris/Radikalisme dan Intoleransi

oleh -1477 Dilihat
oleh

Kombes Pol Iskandar F Sutisna menyebut, bahwa perlu adanya upaya-upaya untuk penguatan intelijen dan jajaran dalam melakukan penanggulangan terorisme/radikalisme dan intoleransi. Sehingga langkah-langkah yang kontradiktif terhadap upaya penanggulangan paham radikalisme dapat diminimalisir.

“Butuhnya optimalisasi peran intelijen sebagai Agen, sistem deteksi dini dan peringatan dini atas aksi teror ini perlu dilakukan sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan maksimal,” terang Kombes Pol.Iskandar F Sutisna.

Selain itu, Perwira Melati Tiga meminta agar Rakor ini dapat dipahami, dihayati dan dipedomani serta hasilnya dijadikan acuan dan selanjutnya diaplikasikan di lapangan secara profesional agar mendapatkan hasil yang optimal khususnya.

Menurut Iskandar, pihaknya sangat mengharapkan kepada seluruh Personel, untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan sebagai anggota intelijen secara rutin dengan melakukan latihan fungsi dan unit opsnal Intelkam.

Baca Juga :   Pj Bupati OKU Ikuti Solat Istisqo di Taman Kota

“Pahami tugas yang diberikan baik berupa STO (service type organization) maupun (Mission type organization) dan ikuti perkembangan situasi yang terjadi baik lokal wilayahnya. Manfaatkan medsos, media online sebagai sarana dan bahan analisis informasi positif dan negatif serta lakukan langkah kontra opini guna meningkatkan public trust organisasi,” tegas Alumni Akpol 91 ini.

Mengingat rakor ini dilakukan secara berkesinambungan, Dir Intelkam berharap adanya nilai tambah bagi para peserta dalam memahami dan menggali serta mengkaji materi yang diberikan sehingga hasil yang di diskusikan bersama dapat memberikan kontribusi.

Baca Juga :   Kedapatan Bawa Narkoba, Pria Asal OKU Ini Diamankan Polisi

“Saya berharap Rakor ini dapat dijadikan sebagai langkah terobosan dalam melakukan upaya penanggulangan terhadap berkembangnya paham, kelompok radikal, teror ataupun intoleransi dengan melihat kepada fakta-fakta kejadian yang telah terjadi dengan intelijen dasar penyebaran informasi terjadi secara cepat dan masif melalui media sosial yang dimiliki dengan penyebaran paham, radikal yang dapat membuat polarisasi antar elemen masyarakat yang dapat menggoyang sendi sendi persatuan dan kesatuan bernegara di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Sumsel,” tandas Kombes Pol Iskandar F Sutisna.(Red/Net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *