Disebutkan Presiden, di Indonesia Frekuensi bencana naik 81 persen,pada tahun 2010 tecatat 1.945 bencana dan naik menjadi 3.544 bencana pada tahun 2022. Bencana itu meliputi banjir, letusan gunung berapi, tanah longsor, gempa bumi serta bencana alam dan non alam lainnya.
Oleh sebab itu ditekankan Presiden, siaga dan waspada menjadi kunci, baik tahap prabencana, tanggap darurat, maupun pasca bencana. “Semua harus disiapkan dan dikelola dengan baik,” pesannya.
Presiden juga menekankan,tahap prabencana merupakan hal yang sangat penting untuk mitigasi risiko serta meminimalisir korban akibat kerugian.
Presiden juga menekankan, tahap prabencana sangat penting untuk memitigasi risiko serta meminimalisir korban dan kerugian akibat bencana. “Langkah antisipasi harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Adapun tahapan perencana disebutkan Presiden diantaranya, sistem peringatan dini, Edukasi bencana kepada masyarakat perihal apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana seperti gempa atau potensi letusan gunung berapi.





