Gunawan wakil dari PT PLTU Sumbagsel-1 mengatakan kepada masyarakat perusahaan akan mempekerjakan dan memprioritaskan warga lokal.
“Ini sudah menjadi keharusan dan kewajiban perusahaan yang ada di daerah ini, hanya saja perusahaan ini belum sampaikan progres pekerjaan yang belum memenuhi perekrutan sebanyak banyaknya,” ucapnya.
Dilanjutkannya tahap yang dilaksanakan adalah tahap persiapan, untuk pekerjaan utama belum dilakukan. Saat ini di akui Gunawan pihaknya masih membangun jalan sepanjang 3 kilometer dan membangun jembatan sebanyak 2 jembatan utama untuk akses sampai ke pembangunan, jika akses belum dibuat secara masif maka pekerjaan utama belum dilaksanakan.
“Perusahaan masih fokus untuk jalan dan infrastruktur – infrastruktur pekerjaan utama, sehingga penyerapan tenaga kerja belum maksimal, walaupun tahap pekerjaan jalan dan infrastruktur sedang dilaksanakan sudah ada sekitar 70 warga yang sudah bekerja yang ada di desa ini,” ujarnya.
Namun sambung Gunawan, penerimaannya tidak sama, saat ini pihaknya belum bisa mengakomodir pekerja karena pekerjaannya masih sedikit. Dia berjanji setelah jalan dan jembatannya sudah jadi maka akan melakukan perekrutan secara pasif, karena pekerjaan yang banyak akan dilakukan di dalam.
Namun jawaban Gunawan tidak lah memuaskan masa aksi. Masyarakat menuntut di buatkan notulen yang di tandatangani serta di beri cap oleh perusahaan. Akhirnya aksi demo dilanjutkan mediasi di kantor camat Semidang Aji yang telah di fasilitasi oleh Emharis sebagai camat Semidang Aji.
Selanjutnya dari mediasi antara Masyarakat Desa Keban Agung dan Desa Tubohan dengan pihak PLTU menemuka titik terang, mereka sepakat membuat berita acara bahwa dalam seminggu ini akan di terima 10 orang warga setempat yang tinggal di ring satu untuk bekerja di perusahaan tersebut.(Red)





