
Beritaokuterkini. Com | Baturaja – Ratusan warga Desa Kedaton Timur, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), nyaris saja menumpahkan kemarahan ke areal perkebunan PT Gula Nusantara Sukses (GNS) pada Rabu, 3 Desember 2025, sekitar pukul 14.30 WIB. Aksi protes ini dipicu oleh PT GNS mencaplok lahan milik warga yang telah bersertifikat dan dikelola dari rawa gambut menjadi lahan produktif.
Berkat kepiawaian Kepala Desa Kedaton Timur, Harun, meredam gejolak emosi, aksi tersebut akhirnya berlangsung aman, damai, dan kondusif. Harun berhasil menemui dan menenangkan ratusan warganya yang sudah siap menuju lokasi yang disengketakan sebelum konflik pecah.
Warga melayangkan protes keras karena menilai PT GNS telah bertindak sewenang-wenang. Selama ini, mereka memilih diam, namun kesabaran mereka habis setelah PT GNS menanam bibit sawit di atas lahan yang mereka yakini adalah hak milik sah mereka.
“Selama ini kami pendam dan kami diamkan. Namun, makin lama PT GNS makin melunjak,” ungkap Senen Sunandar, Ketua RT 02, Talang Kerikil, dengan nada geram.
Senen menegaskan bahwa warga memiliki bukti kuat berupa sertifikat tanah resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia mempertanyakan mengapa PT GNS berani mencaplok lahan yang telah dikelola warga dengan jerih payah dari semak belukar menjadi lahan produktif.
“Lahan ini milik kami karena kami memiliki sertifikat tanah dari BPN dan tanah ini sah milik kami. Mengapa setelah kami kelola, kami usahakan dan bersih sekarang malah dicaplok PT GNS,” tukas Senen, mendesak PT GNS untuk segera menghentikan aktivitas di lahan sengketa tersebut.
Pihak warga meminta Pemerintah Kabupaten OKU segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Senen menyampaikan peringatan keras mengenai batas kesabaran warga yang sudah berdarah-darah mengelola lahan mereka.
“Kami minta kepada Pemerintah Kabupaten OKU untuk menyelesaikan persoalan ini. Kami sudah cukup bersabar, jangan sampai batas kesabaran kami menjadi pertumpahan darah, terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Menanggapi kemarahan warganya, Harun, Kepala Desa Kedaton Timur, memilih jalur dialog dan kehormatan. Ia menyambut warganya yang bersemangat melayangkan protes.
“Jangan memancing dan jangan terpancing. Tujuan kita adalah menyerukan kepada PT GNS dan kita beritahu bahwa warga Desa Kedaton Timur memilik hak atas lahan tersebut,” pesan Harun, meminta warganya menyampaikan aspirasi secara santun, terhormat, dan elegan.
Dukungan alam seolah meredakan suasana tegang. Guyuran hujan menyertai aksi warga, sekaligus seolah mendinginkan amarah yang membuncah, disiram oleh semangat damai dari Harun. Dialog pun terjadi antara perwakilan warga yang dipimpin Harun, dengan perwakilan PT GNS, Hadi.
Meskipun dialog tersebut belum menghasilkan titik temu lantaran PT GNS bersikeras melanjutkan aktivitas, setidaknya Harun berhasil meredam kekesalan warganya dengan meminta PT GNS untuk melakukan adu data kepemilikan yang sah.
Sekitar pukul 16.00 WIB, disaksikan oleh Kanit Intel Polsek Peninjauan, Arif, ratusan warga Desa Kedaton Timur membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke kediaman masing-masing. Konflik lahan ini kini menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten OKU. (Red)





