Menhan dan Panglima TNI Saksikan Puncak Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025 di Martapura

oleh -3082 Dilihat
oleh

Foto : suasana latihan

Beritaokuterkini. Com | Martapura – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri langsung puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (3/9).
Latihan skala internasional ini melibatkan 660 prajurit dari lima negara peserta, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Singapura. Pada puncaknya, para pasukan melaksanakan Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) — sebuah latihan tembakan amunisi tajam terintegrasi yang menggambarkan skenario tempur sesungguhnya.
Dalam latihan ini, berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih dikerahkan. TNI Angkatan Darat mengoperasikan dua unit Astros SS-40, sementara Korps Marinir menurunkan MLRS Vampire. Dari pihak Amerika Serikat, tiga unit HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) ikut ambil bagian.
Kekuatan udara juga menjadi sorotan dalam latihan ini, dengan penampilan pesawat tempur F-16, helikopter serbu AH-64E Apache, hingga pesawat intai maritim P-8 Poseidon milik AS, serta jet tempur siluman F-35 dari Angkatan Udara Australia.
Simulasi latihan dimulai dengan tembakan pra-serangan dari HIMARS dan artileri kaliber 105 mm, yang berfungsi membuka jalur bagi pasukan infanteri. Selanjutnya, pasukan melaksanakan operasi penyerbuan, penguasaan target, pembersihan wilayah, hingga pengamanan zona pendaratan helikopter dengan dukungan serangan udara terpadu.
Wakil Direktur Latihan Super Garuda Shield 2025, yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI, Marsekal Muda TNI Bambang Gunarto, menyatakan bahwa latihan ini menjadi bentuk konkret dari komitmen Indonesia bersama negara-negara sahabat dalam memperkuat kerja sama pertahanan.
“Super Garuda Shield menjadi bukti sinergi pertahanan sekaligus upaya menjaga kedaulatan dan keamanan regional,” ujar Marsda Bambang.
Latgabma Super Garuda Shield 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan militer, tetapi juga sarana validasi kemampuan komando lapangan dalam merencanakan, mengendalikan, serta melaksanakan operasi militer secara taktis, aman, dan realistis.(Hrs)

Baca Juga :   Salah Satu Rangkaian Acara Menyambut Hut Bhayangkara Ke 77, Polres OKU Gelar Tournament Gaple

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *