Tinggalkan Surat Wasiat, Seorang Peria di OKU Tewas Gandir

oleh -2351 Dilihat
oleh

Foto Susana

beritaokuterkini.com – Warga kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki – laki dalam keadaan tewas Gantung Diri (Gandir) di dalam kamar. Selasa, (20/02/2024) siang.

Menurut informasi yang didapatkan oleh Anggota kepolisian Polres OKU, melalui Kasi Humas Polres OKU menjelaskan bahwa identitas korban bernama Yudi Aditya Prasetya (31) yang beralamatkan di Jl. Mayor Sukardi Hamdani RT 005 RW 002 Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU ( Alamat KTP).

“Korban pertamakali diketahui oleh Dwi Lestari (istri korban), saat itu istri korban pulang dari ruma sakit, yang hendak mengambil pakaian anaknya sedang dirawat di Ruma Sakit umum Baturaja. Selanjutnya pada saat istri korban masuk ke kamar pribadinya, istri korban kaget melihat suaminya telah tergantung dan sudah tidak bernyawa,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan Kasi Humas, melihat kejadian itu istri korban langsung keluar dan meminta bantuan tetangganya untuk menurunkan dan melepaskan tali i leher suami korban.

Baca Juga :   Termakan Bujuk Rayuan, Seorang Plajar OKU Alami Kepediahan

“Atas kejadian tersebut anggota piket fungsi Polres OKU, personil Inafis dan Personil Polsek Baturaja Barat menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kemudian sesampainya di TKP didapati korban sudah dalam posisi terlepas dari ikatan di lehernya,” tuturnya.

Selanjutnya, pihak keluarga meminta korban untuk dilakukan visum ke rumah sakit umum RSUD Baturaja yang diantar langsung oleh mobil Patroli SPKT Polres OKU. Adapun dari hasil visum tersebut, pihak rumah sakit RSUD Baturaja dan mendapati adanya cairan sperma di kemaluannya.

Setelah dilakukan Visum, korban langsung di bawa ke rumah orang tuanya yang beralamatkan di Lr. Masjid Muslimin RT 14 rW 06 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten
OKU, setelah itu Pihak keluarga menyetujui dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi.

Baca Juga :   Kabupaten OKU Dapat Bantuan RDTR Melalui Anggaran BU BUN Tahun 2023 Dari Kementrian ATR/BPN RI

Di tambahkan Kasi Humas, dari hasil olah TKP, Pihan kepolisian menemukan surat wasiat yang yang ditinggal oleh korban.

Foto : Isi surat wasiat yang ditinggalkan korban pada keluarga

“Buat mama kembar, ma maafin papa ya ma, papa suda melakukan dosa besar kepada mama dan anak anak, papa melakukan ini karena papa sudah setres, papa suda tidak dapat berbuat apa apa lagi untuk keluarga ma. Keluarga kita hancur Karan ulah papa. Papa sudah kejam dengan keluarga, papa sudah tidak kuat lagi untuk bekerja, papa sudah stres ma, papa mohon jaga adek kembar yang ada di perut ma, dan anak kembar inaya dan adek Inara. Tolong ma, ini papa akhir segalanya biar beban hidup kalian gak tersiksa lagi. Carilah pengganti papa dan cepat lari dari rumah ini ma” (Red/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *