Soal Tudingan Dugaan Penipuan Kapulaga, Direktur CV.MW: Itu Tidak Benar!

oleh -129 Dilihat
oleh

Beberapa warga dari Desa Pagar Dewa Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (24/1/23)

BERITAOKUTERKINI.COM – Beberapa warga dari Desa Pagar Dewa Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (24/1/23).

Mereka menyampaikan keluh kesah ke anggota DPRD, lantaran merasa ditipu oleh CV Mitra Wall (CV.MW) dalam hal pertanian kapulaga.

Keluh kesah itu disampaikan beberapa petani bersama Forum Komunikasi Sumatera Selatan Bersatuu (FK-SSB) yang dikomandoi Muslimin.

Purnama Iswansyah menjelaskan, dirinya dan beberapa petani lain merasa ditipu oleh CV Mitra Wall yang menjanjikan keuntungan dengan bertani kapulaga.

Padahal menurut Purnama dirinya telah menggadaikan sertifikat tanah miliknya demi mendapatkan modal bertani.

Nah, tudingan dugaan penipuan budidaya yang diseret ke gedung DPRD ini telah tersebar kemana-mana, yang tentunya menyudutkan satu pihak. Siapa lagi kalau bukan CV.Mitra Wall.

Baca Juga :   Tim Dokkes Polres OKU Periksa Kesehatan Personel Dalam Operasi Ketupat Musi 2024

Oleh karenanya, Riko Saputra selaku Direktur CV. Mitra Wall merasa perlu angkat bicara.

Ia menegaskan, bahwa semua yang ditudingkan itu, tidak semuanya benar.

“Semua sudah sesuai prosedur, baik mengenai nilai pinjaman, pendampingan, maupun jaminan pembelian hasil kapulaga tersebut. Semua sudah dijelaskan dan sudah sesuai prosedur, dan sudah disepakati sejak awal,” jelas Riko kepada portal ini, petang tadi.

Dalam hal ini, Riko mengaku tidak ingin merasa benar dengan menjelaskan semua detail mengenai teknis kerjasama budidaya kapulaga tersebut di media.

“Begini saja. Kita siap kapan saja kalau mau dipertemukan dengan orang yang merasa ditipu. Saya akan jelaskan secara rinci,” pungkasnya, seraya menunjukkan foto dan video petani kapulaga yang sudah mulai panen.

Baca Juga :   Wakapolres OKU lakukan Pengecekan Pos Keamanan Nataru

Diketahui sebelumnya, bahwa aksi damai yang digelar FK-SSB di DPRD OKU itu menuntut empat hal di hadapan anggota DPRD OKU.

Yang pertama meminta kepada pihak terkait untuk mengusut adanya dugaan korupsi pada pembangunan jalan Rajawali II di Kelurahan Sekarjaya yang menurut FK-SSB tak sesuai RAB.

Kedua, meminta kepada pihak terkait mengusut dugaan KKN pada PDAM Tirta Raja OKU yang dinilai berujung pada pelayanan yang buruk.

Ketiga, meminta menghentikan peredaran pemain capit boneka yang dinilai mengandung unsur perjudian dan telah menyebar luas di Kabupaten OKU.

Dan keempat itu tadi. Meminta pihak terkait untuk mengusut dugaan penipuan terhadap para petani kapulaga di kecamatan Lengkiti.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *