Salah Satu Parpol di OKU Ini, Daftarkan Bacalegnya Semua Kaum Hawa

oleh -619 Dilihat
oleh

BERITAOKUTERKINI.COM – Berbagai macam Strategi politik dalam memenangkan serta mendapatkan suara dalam pertarungan  pileg 2024 mendatang pasti dilakukan oleh seluruh partai politik. Mulai dari strategi yang umum digunakan hingga strategi yang jarang sekalipun akan dipergunakan selagi tak melanggar aturan dari penyelenggara.

Seperti hala yang dilakukan DPD Partai Umat Kabupaten OKU, yang mana sebagian parpol kesulitan mencukupi kuota 30 persen perempuan sebagai peserta Pemilu. Hal itu justru terbalik dengan apa yang dilakukan partai Ummat.

Bagaimana tidak, Pada pemilu 2024 yang akan mendatang, Partai Ummat memasang 35 Bacalegnya semua kaum hawa alias wanita. Artinya 100 Persen Bacaleg dari partai Umat Perempuan. Hal ini diketahui saat DPD partai Ummat OKU, menyampaikan berkas bacaleg di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU, Minggu (14/05).

Baca Juga :   Kuasi Pil Ekstasi Sebanyak 190 Butir, Pasangan Sejoli Ini Nginap Di Hotel Prodeo

“ Setiap daerah pemilihan (dapil) mulai dari dapil 1, dapil 2, dapil 3 dan dapil 4, semuanya terisi maksimal. Dan semuanya perempuan, ” ujar Rival Kaabah Ketua DPD Partai Ummat OKU saat dibincangi usai pendaftaran di KPU.

Lanjut Rival mengatakan, untuk tahap awal ini pihaknya memasang bacaleg wanita. Hal itu merupakan strategi yang di instruksikan oleh DPP untuk menguji keseriusan Bacalegnya.

“ Ini memang instruksi dari DPP dan kita selalu berkoordinasi dengan DPP dan DPW. Nah kalau ada yang mundur, saya sebagai Ketua dan Sekretaris baru akan maju jadi caleg, ” imbuhnya.

Baca Juga :   Team Satres Narkoba Polres OKU Ringkus 2 Pemuda Yang Simpan Narkotika

Disinggung masalah target, Rival hanya mematok perolehan dua kursi saja dari seluruh dapil di OKU ini. Dirinya berencana akan maju di dapil 4, sedangkan Sekretaris Andata Zahrius akan maju melalui dapil 2.

Dalam kesempatan itu juga Ketua KPU OKU Naning Wijaya mengatakan, berkas milik partai Ummat sudah mereka terima. Dirinya pun mengungkapkan menggunakan caleg Perempuan hingga 100 persen, tidak menyalahi aturan yang ada.

“ Yang ditentukan itu, minimal keterwakilan 30 persen perempuan, itu batas minimum, tidak ada batas maksimum, selama sesuai dengan jumlah kursi di tiap Dapil,” ujar Naning kepada awak Media. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *