Penduduk Keluhkan Rencana Pembangunan Jaringan Gardu Induk PLN di RS Bungur

oleh -566 Dilihat
oleh

Foto lokasi yang akan di bangun

beritaokuterkini.com – Rencana pembangunan jaringan Gardu Induk (GI) PLN di RS Bungur Indah, RT 011 RW 05, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, mendapat sorotan dari warga sekitar sebagai berikut.

Warga setempat menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap pembangunan jaringan GI yang mereka anggap tidak transparan. Mereka mengungkapkan ketidakadaan pemberitahuan resmi terkait proyek ini kepada rumah-rumah yang berdekatan.

Taufik Sobri, salah seorang warga, menyatakan, “Saya sama sekali tidak mengetahui adanya proyek ini. Tiba-tiba ada pekerjaan yang terjadi di sebelah rumah saya.”

Warga khawatir terhadap aspek keamanan, mengingat pengalaman mereka dengan jaringan listrik sebelumnya yang seringkali menimbulkan insiden seperti ledakan dan sambaran petir yang mengenai rumah mereka.

Baca Juga :   Bantuan Beras Bencana Dari Pemerintah Pusat Tidak Terserap Maksimal

Mereka juga mempertanyakan status izin proyek ini. “Kami memikirkan dampaknya, tidak hanya sekali atau dua kali terjadi ledakan dan sambaran petir yang membuat kami ketakutan. Kami ingin tahu apakah proyek ini memiliki izin resmi,” keluhnya.

Hendra, seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan proyek ini, juga mengungkapkan ketidakpahamannya terhadap proyek tersebut. “Kami sama sekali tidak tahu apa yang sedang dilakukan di sini. Kami bahkan tidak menerima pemberitahuan apa pun,” katanya.

Warga berharap agar pihak terkait dapat berkoordinasi dengan mereka untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang dirugikan oleh proyek ini. Mereka juga mencatat bahwa akses jalan umum sempat ditutup oleh pekerja dengan menggunakan seng, tetapi setelah protes dari warga, akses tersebut dibuka kembali.

Baca Juga :   Awas Tilang Di Tempat Masi Diberlakukan

Saat ini, lahan yang akan digunakan untuk jaringan GI sudah digusur dan berbatasan langsung dengan pemukiman warga. Beberapa pekerja juga terlihat sedang memasang pagar seng mengelilingi proyek.

Sementara belum ada keterangan resmi terkait pembangunan proyek ini, terdapat plang dengan tulisan “Tanah ini milik PT Sumbagsel Energi Sakti Pewali (SSP)” di lokasi tersebut. Seorang pekerja dari PT Twink Indonesia mengklarifikasi, “Kami hanya subkontraktor untuk pekerjaan ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan tanyakan kepada pihak yang berwenang.”

Hingga berita ini disampaikan, proses pekerjaan masih berlangsung, sementara penduduk RS Kibang bersama warga sekitar akan terus memantau jalannya proses ini agar tidak merugikan masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *