Kabar Terkini: Musim Kemarau di Indonesia Diperkirakan Berakhir, Musim Hujan Mulai November

oleh -729 Dilihat
oleh

beritaokuterkini.com – Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan berakhir pada akhir Oktober ini, dengan awal musim hujan yang diantisipasi secara bertahap dimulai pada awal November 2023.

Dalam sebuah komunikasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU, Drs. Yanuar Effendi, melalui perwakilannya, Gunalfi, yang berlangsung melalui pesan WhatsApp pada Rabu (04/10/2023), dijelaskan bahwa karena keragaman iklim yang tinggi, awal musim hujan tidak akan terjadi serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.

Gunalfi juga mengutip Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, yang mengungkapkan bahwa meskipun BMKG telah memprediksi puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September, “namun data satelit terbaru menunjukkan bahwa intensitas El Nino masih tinggi pada bulan Oktober ini. Oleh karena itu, fenomena El Nino diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan,” jelasnya.

Baca Juga :   Pejabat Bupati OKU Melepas Peserta Pawai Takbiran 1444 H

Dwikorita menjelaskan bahwa tingkat El Nino yang moderat akan terus berlangsung hingga bulan Februari-Maret 2024. Awal musim hujan, kata Dwikorita, akan terkait erat dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia. Saat ini, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia, sehingga diperkirakan hujan akan mulai turun pada bulan November.

Gunalfi menambahkan bahwa pengaruh El Nino diharapkan akan berkurang seiring dengan datangnya musim hujan, dan kemarau yang panjang ini diharapkan akan berakhir secara bertahap.

Baca Juga :   Komplotan Pelaku Pencurian di Rumah Kosong , Berhasil Diamankan Unit Reskrim Polsek Peninjauan

“Beberapa wilayah mungkin akan memasuki musim penghujan sebelum November, sementara yang lain mungkin akan mengalami penundaan, namun sebagian besar wilayah diharapkan akan melihat hujan pada bulan November,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Gunalfi, selama pernyataan tersebut, Dwikorita juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran karena kemarau yang masih berlangsung. Dia menekankan bahwa dalam kondisi kering seperti bulan Oktober ini, risiko kebakaran sangat tinggi, dan pemadaman akan menjadi sulit dilakukan.(**”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *