Insiden Tawuran Remaja di Kabupaten OKU Membuat Heboh Media Sosial: Tim KRYD Polres OKU Ambil Tindakan Cepat

oleh -467 Dilihat
oleh

Foto sejumlah pemuda yang terlibat aksi tawuran saat diamankan Polisi

beritaokuterkini.com – Sejumlah pemuda di Kabupaten OKU terlibat dalam aksi tawuran yang terjadi di jembatan Ogan 2 pada Sabtu malam, tanggal 11 November 2023. Peristiwa ini terekam oleh beberapa pengguna jalan yang kebetulan melintas di lokasi saat kejadian.

Video tawuran tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial dan tersebar di grup WhatsApp. Dalam rekaman tersebut, pemuda-pemuda terlihat berlarian di atas jembatan Ogan 2, sementara sebagian lainnya menggunakan sepeda motor dan membawa berbagai jenis senjata tajam seperti pedang, parang, hingga celurit.

Penyebaran cepat video ini memicu kekhawatiran, namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya tawuran dan apakah ada korban akibat insiden tersebut. Foto-foto pemuda yang diamankan oleh anggota kepolisian juga beredar di grup WhatsApp.

Baca Juga :   Pj Bupati OKU Akan Menjadikan Forpees Kabupaten OKU, Sebagai Mitra Strategis di Kabupaten OKU

Anggota kepolisian berhasil menyita sejumlah senjata tajam dan mengumpulkannya di atas meja. Beberapa pemuda terlihat dikumpulkan tanpa mengenakan pakaian saat kejadian.

Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi tawuran tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil orang tua dari para pemuda yang berhasil diamankan oleh Tim KRYD Polres OKU.

“Ya, benar ada aksi remaja yang berujung pada tawuran, namun telah berhasil dibubarkan oleh Tim KRYD. Ada 8 orang yang teridentifikasi diamankan bersama barang bukti seperti parang, parang yang mirip celurit, gir motor yang telah dilengkapi dengan tali, serta ponsel para remaja itu sendiri. Semuanya masih berusia di bawah 18 tahun,” ungkap AKBP Arif pada Minggu, tanggal 12 November 2023.

Baca Juga :   Ini Penyebab Kebakaran Hebat Yang Menghabiskan Panglong Kayu dan Tiga Unit Mobil di Desa Air Paoh

Berdasarkan keterangan dari para pemuda yang diamankan, motif aksi tawuran diduga berasal dari tantangan saling berhadapan di media sosial yang akhirnya berujung pada pertemuan dan insiden tawuran.

“Motifnya saling tantang di medsos. Namun, sudah berhasil diredam. Kami juga sudah memanggil para orang tua dan membuat surat pernyataan, serta para orang tua bersedia untuk lebih membimbing anak-anak mereka,” tambahnya.

Kapolres menyatakan rencananya untuk bekerjasama dengan dinas terkait dan sekolah guna melakukan pembinaan kamtibmas kepada para siswa.

“Kami juga akan meningkatkan patroli Sabhara pada jam-jam tertentu dan di tempat-tempat yang rawan terjadinya gesekan antar remaja,” tandasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *