Dilanda Banjir di Dua Kecamatan Kabupaten OKU, Warga Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta

oleh -867 Dilihat
oleh

Foto : Kepala BPBD Kabupaten OKU Drs Januar Efendi, Tinjau dan evakuasi warga yang terdampak Banjir

beritaokuterkini.com – Dua kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), masi mengalami kebanjiran, hal ini di ketahui pada saat Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat pada Jumat malam, 09 Februari 2024. Akibatnya, puluhan rumah dan permukiman warga di dua kecamatan itu mengalami kebanjiran.

“Untuk di wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kelurahan Suka raya Taman Sai I terdapat 5 Rumah dengan 10 Kepala keluarga, Kejadian ini tidak memakan korban jiwa, namu warga mengalami kerugian material di tafsir hampir Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah)” ungkap Drs Januar Efendi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU melalui perwakilan Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi pada portal ini. Sabtu (10/02/2024).

Baca Juga :   Guna Memastikan Kelancaran Pendistribusian BBM dan LPG Selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina Bentuk SATGAS Ramadhan dan Idul Fitri

Lanjut ditambahkan Gunalfi, untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Baturaja Barat sebanyak 15 Kapala Keluarga dengan 15 unit ruma dan permukiman warga, Serta mengalami kerugian material sebesar 100.000.000( seratus juta rupiah)

“Untuk kondisi saat ini, di Kecamatan Baturaja Timur debit air masi menggenangi rumah warga, namun untuk kondisi i kecamatan Baturaja Barat debit air suda surut dan aktifitas warga sudai kembali seperti biasa,” Tambahnya.

Menyikapi peristiwa itu, dikatakan Gunalfi , bahwa pihaknya telah mengambil langkah darurat. Bersama Satgas Bantuan Banjir dan Longsor (Bansor) Kabupaten OKU, personil dan peralatan dikerahkan ke lokasi banjir untuk persiapan evakuasi jika diperlukan.

Baca Juga :   Kapolres OKU Tinjau Rencana Input Data Center KPU OKU dalam Kegiatan Silaturahmi

BPBD OKU dan Satgas Bansor, di bawah pengawasan Penjabat Bupati OKU, melakukan tinjauan langsung di dua titik wilayah terdampak. Hasil kajian cepat akan disampaikan ke Gubernur Sumsel, BPBD Provinsi Sumsel, dan BNPB Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *