Ambrolnya Dinding Turap Pembangunan Tembok Penahan Tanah di Normalisasi Sungai Saluran Induk RS Sriwijaya Menyulut Protes Warga

oleh -831 Dilihat
oleh

Foto : Suasana Turap bangunan normalisasi sungai induk RS Sriwijaya yang Ambrol

beritaokuterkini.com – Pembangunan dinding turap/talud di proyek Normalisasi Sungai Saluran Induk RS Sriwijaya, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, belum selesai dibangun, namun mengalami ambrol pada Senin petang (05/02/24).

Ambrolnya dinding turap senilai Rp.3.772.821.670,00, yang dikerjakan oleh CV Jaya Sakti menggunakan dana APBD OKU melalui Bantuan Keuangan APBD Provinsi Sumatera Selatan, disebut diduga karena tidak sesuai spesifikasi teknis yang terdapat pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan.

Ketua RT 22, Amin, dan sejumlah warga telah berulang kali menyampaikan kepada pelaksana pekerjaan terkait kondisi lokasi jebolnya yang rawan ketika debit air sungai naik.

Baca Juga :   Berhasil Pulihkan Keuangan Daerah Hingga Ratusan Juta Rupiah, Kajari – PDAM Tirta Raja Sepakat Lanjutkan SKK

“Pekerjaan talud tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi, dengan sejumlah tiang cor bertulang hanya dipasang besi tanpa pengecoran yang memadai,” ungkapnya.

Belum merasa puas terkait hal, Puluhan warga juga, bersama pak RT, menghadap ke kantor lurah Sekar Jaya untuk menyoroti masalah ini. Arnando Yugantara, Lurah Sekar Jaya, memanggil pihak pelaksana bernama Arel untuk mengevaluasi kondisi talud yang ambruk sekitar 10 meter dan retak patah sekitar 20 meter.

Arel, pelaksana pekerjaan, mengakui bahwa ambrolnya talud disebabkan oleh sentuhan alat berat. “Saya salaku pelaksana meminta maaf atas kelalaian tukang dalam proses pengecoran tiang beton bertulang,” ujarnya.

Baca Juga :   Kapolres OKU Sukses Lakukan Kunjungan ke Seluruh Parpol di Wilayah OKU

Kesalahan teknis ini memicu kekhawatiran warga terkait keselamatan rumah mereka yang berbatasan langsung dengan lokasi ambrolnya talud. Lurah Sekar Jaya berjanji akan berkoordinasi dengan pihak PUPR agar masalah ini segera ditindaklanjuti oleh pemborong. Warga pun berharap agar perbaikan dilakukan dengan cepat guna mencegah kerugian lebih lanjut.(Red/ Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *